Pihak Keluarga Curiga Anggota Polres Rohil Briptu JD Tewas Dibunuh

Administrator
Keluarga almarhum mendatangi Polda Riau meminta kasus kematian JD agar diusut tuntas.Foto:Cakaplah.Com
tanjakberita.com -PEKANBARU-Kasus kematiananggota Polres Rokan Hilir (Rohil) Provinsi Riau hingga kini masih menyisakan misteri.Apalagi pada beberapa bagian tubuh polisi berinisial JD itu mengalami lukalebam dan berdarah. Pihak keluarga menduga almarhum tewas bukan akibat overdosis (OD) obat-obatan, tapi karena dibunuh.

Pihak Keluarga Briptu JD, anggota PolsekPujud Polres Rohil yang tewas dengan kondisi tubuh ditemukan bekas sayatanbenda tajam, bagian leher membiru seperti bekas dicekik dan tulang kaki luka sertalebam di dada dan perut mendatangi Polda Riau untuk membuat laporan. Melihatkondisi luka yang dialami, pihak keluarga menduga kematian korban tidak wajar.

'' Kami sudah membuat laporan resmi kePolda Riau dengan Nomor: LP/B/50/II/2024/SPKT/POLDA RIAU. Kami mencurigaipenyebab kematian almarhum tidak wajar. Untuk itu kami memohon bantuan PoldaRiau mengusut tuntas kasus ini, sehingga pihak keluarga bisa tenang menerimasemua ini," ujar Ramses Situmorang SH, kuasa hukum keluarga korban sebagaimanadikutip dari cakaplah.com, Kamis (08/02/24).

Dalam laporan juga disebutkan, telahterjadi dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap korban JD. Hal ini dikuatkankarena pihak keluarga melihat adanya luka disekujur tubuh korban.

Sementara Ibu korban, Watini (48) mengakuikhlas dengan kepergian putranya itu. Namun kematian putranya yang diduga tidakwajar itu mesti diusut secara tuntas.

'' Kami ikhlas dengan kepergian anaksaya tersebut. Tapi melihat kondisi jasadnya, kami menduga penyebab kematiannyatidak wajar. Saat memandikan jenazahnya, kami menyaksikan sejumlah luka ditubuhnya. Bahkan di lengan sebelah kiri tak berhenti mengeluarkan darah saatdimandikan,'' kata Watini sambil memperlihatkan sejumlah foto anaknya yangpenuh luka tersebut.

Pada sisi lain, Satuan Reserse NarkobaPolres Rokan Hilir (Rohil) menangkap pengedar narkoba di sebuah kafe JalanSimpang Mayat Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih yang memberi pilekstasi dan menyebabkan tewasnya Briptu JD. Pengedar yang ditangkap itumasing-masingnya berinisial Fa, Ais, DA dan IS.

Kapolres Rohil, AKBP Andrian Pramudiantomengatakan mereka diringkus pada Ahad, 28 Januari 2024, usai adanya penggunaannarkoba di kafe tersebut.

" Tim Opsnal melakukanpenggeledahan dan menemukan 1 kotak plastik berisi 2 pil warna kuning, 1 pilwarna ungu abu-abu, dan pecahan pil warna kuning yang keseluruhannya diduganarkotika jenis ekstasi," kata Andrian, Kamis (08/02/24).

Tersangka Fa saat diinterogasi mengakuipil ekstasi itu miliknya yang diperoleh dari IS untuk dijual di kefenya.

Esok harinya, Senin (29/1/2024), polisimenangkap IS di kediamannya. Bersama IS, polisi menyita barang bukti plastikberisi 2 pil ekstasi warna kuning, 1 pil ekstasi warna ungu abu-abu, danpecahan pil warna kuning.

" Keseluruhannya diduga narkotikajenis ekstasi," kata Andrian.

Saat ini keempat tersangka besertabarang bukti sudah diamankan di Polres Rohil untuk proses penyidikan. Penyidikakan melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pengedar narkoba lainnya.(***)

Penulis
: faisal
Editor
: admin

Tag:

Berita Terkait

Hukum

Klarifikasi AKBP Nurhadi soal sengketa lahan di Rohil yang viral di Youtube Uya Kuya