tanjakberita.com -JAKARTA-Rahiman Dani ditembak orang tidak dikenal, Jumat (03/02/23) lalu saat berjalan kaki dari kediamannya di Gang Kinal Baru, Pematang Gubernur, Kota Bengkulu menuju Masjid Jihadul Ihsan Al Thoyibin di Jalan WR Supratman.Hingga kini, kasus penembakan dan upaya pembunuhan Wakil Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Rahiman Dani itu belum juga menemui titik terang. Setahun sudah berlalu, namun belum tampak perkembangan penyelidikan yang dilakukan Polda Bengkulu.Dalam perjalanan menuju masjid, Pemimpin Umum RMOL Bengkulu itu berpapasan dengan dua orang yang mengendarai sepeda motor matic.Keduanya memakai jaket berwarna gelap dan helm yang menutup seluruh wajah. Setelah melewati Rahiman Dani, keduanya berbalik arah dan membuntuti Rahiman Dani dari belakang. Salah seorang di antaranya melepaskan tembakan ke arah kiri, yang mengenai badan kiri dan bagian atas lengan kiri.Korban yang berlumuran kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Raflesia untuk mendapatkan pertolongan.Awalnya pihak kepolisian memberikan perhatian serius pada pengungkapan kasus ini. Dari lokasi penembakan yang hanya sekitar 50 meter dari kediaman Rahiman Dani, polisi menemukan selongsong peluru yang digunakan.Polisi juga sempat menginformasikan bahwa peluru besar kemungkinan berasal dari senjata organik. Selain itu, polisi juga menilai pelaku adalah pihak yang profesiona" Terus terang kami prihatin kasus ini seperti menemui jalan buntu. Awalnya polisi terlihat sungguh-sungguh menangangi kasus ini. Tapi sejak pertengahan tahun lalu, tidak ada perkembangan berarti," ujar Ketua Umum JMSI Teguh Santosa dalam keterangan kepada redaksi, Minggu (4/2/2024).Teguh Santosa meminta
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar turun tangan memberikan perhatian ekstra pada pengungkapan kasus tersebut dan menjamin keselamatan dan rasa aman warga, khususnya Sdr. Rahiman Dani yang sempat menjadi target upaya pembunuhan.Teguh juga menyesalkan sikap Dewan Pers yang tidak sungguh-sungguh melakukan advokasi dan memeriksa peristiwa itu apakah benar memiliki kaitan dengan kinerja media yang dipimpin Rahiman Dani, atau karena sebab-sebab lain.Teguh mengatakan, pihaknya pernah menyurati dan melaporkan langsung peristiwa ini ke Dewan Pers di mana JMSI merupakan organisasi perusahaan pers dan menjadi salah satu konstituen Dewan Pers "Jangan sampai, kawan-kawan di Dewan Pers yang katanya menjunjung tinggi kemerdekaan pers bersikap parsial, hanya memberikan fokus pada kualitas karya dan keselamatan wartawan yang bekerja di lapangan, namun mengabaikan aspek keamanan dan keselamatan pihak manajemen perusahaan media," katanya lagi.Teguh mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada anasir-anasir di Dewan Pers yang memang tidak mau repot mengusut masalah ini. Entah karena pertimbangan apa."Kami pernah tanyakan ini ke Dewan Pers. Jawabannya sungguh mengecewakan. Mereka menilai kasus ini tidak ada kaitannya dengan pekerjaan pers. Dari mana mereka tahu? Penyelidikan polisi saja masih jalan di tempat," ujar Teguh lagi.(**)