tanjakberita.com -Kapal pengangkut Sembako, KLM Ima Setia yang berlayar dari Tanjung Balai Asahan menuju Selat Panjang Kabupaten Kepulauan Meranti tenggelam di perairan Sepahat Kabupaten Bengkalis setelah dihantam gelombang. Tidak ada korban jiwa, 7 awak kapal berhasil diselamatkan semuanya. Sebagian muatan kapal berserakan dibawa ombak hingga ke pinggir pantai, Jumat (23/01/26) sekitar pukul 06.00 WIB tadi pagi.
KEPALA Bagian Operasi SAR, Johan kepada media tadi siang membenarkan adanya kapal yang dilaporkan tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi dan angin kencang di perairan Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau.Kapal kayu tersebut tengah berlayar dari Tanjung Balai Asahan menuju Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Muatan sembako yang dibawanya menjadi kebutuhan penting bagi daerah tujuan. Namun cuaca buruk memaksa perjalanan itu terhenti sebelum tiba di pelabuhan.Di tengah situasi darurat itu, tujuh orang awak KLM Ima Setia berhasil menyelamatkan diri. Sebagian muatan tidak dapat diselamatkan dari ganasnya ombak." Benar, ada KLM Ima Setia dari Tanjung Balai Asahan ke Selat Panjang yang tenggelam sekitar pukul 06.00 WIB pagi tadi. Kru berjumlah tujuh orang dan semuanya selamat," ungkap Johan, Kabag Ops SAR kepada media, Jumat (23/01/26) siang.Tim SAR begitu dapat laporan langsung meluncur bersama tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI Angkatan Laut, Basarnas dan Kepolisian serta dibantu para nelayan setempat yang mengenal betul karakter perairan Sepahat. Proses evakuasi dilakukan dengan sigap di tengah cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.Danposal Bengkalis, Lettu Laut (PM) Nirwan Hastya, menyebutkan bahwa kapal tenggelam akibat terjangan gelombang." Kapal pembawa sembako tenggelam setelah diterjang gelombang di perairan Desa Sepahat. Alhamdulillah semua kru selamat dan upaya penyelamatan telah dilakukan," ujarnya.Di sisi lain, peristiwa ini membawa cerita tersendiri bagi warga Desa Sepahat. Sejumlah barang sembako yang hanyut terbawa arus ke tepi pantai menjadi pemandangan tak biasa di pagi hari. Warga berbondong-bondong mengumpulkannya menggunakan karung."Warga sengaja mengambil barang yang tumpah dan hanyut ini, lalu dikumpulkan ke tepi pantai," ujar Tomi, salah seorang warga Desa Sepahat. Aktivitas itu berlangsung spontan, dipicu rasa ingin tahu dan kesempatan langka yang datang tiba-tiba. Bagi warga, kejadian ini menjadi "berkah" tak terduga, meski tetap diselimuti keprihatinan atas musibah yang menimpa kapal. Sementara bagi para kru, keselamatan adalah anugerah terbesar setelah berjibaku dengan ombak dan angin pagi itu.Insiden tenggelamnya KLM Ima Setia kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem di perairan Selat Bengkalis.(*)