tanjakberita.com -Bencana yang meluluhlantakkan sejumlah wilayah di 3 provinsi Pulau Sumatera telah mengundang rasa simpati dan kepedulian dari mana saja. Termasuk DPD KNPI Kota Dumai yang secara langsung menyalurkan bantuan ke daerah bencana. Pelepasan rombongan dilakukan oleh Pemerintah Kota Dumai, Senin (22/12/25).
KETUA Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Dumai, Nanda Aulia menyampaikan bantuan yang bakal didistribusikan merupakan hasil dari penggalangan yang dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Pihaknya menyampaikan terimakasih kepada segenap jajaran
KNPI Dumai yang telah meluangkan waktu dan seluruh elemen yang ikut berkontribusi." Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Dumai yang telah berdonasi dan mempercayakan penyaluran bantuan melalui KNPI Dumai. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih menjadi kekuatan utama masyarakat Dumai. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi ikatan solidaritas," tegas Nanda Aulia, Senin (22/12/25).Pelepasan keberangkatan bantuan dan rombongan KNPI dihadiri Staf Ahli Walikota Dumai Bidang Pembangunan Informasi Teknologi Ekonomi dan Keuangan, Handayani, S.H. Kehadiran Pemko Dumai menegaskan dukungan pemerintah terhadap gerakan sosial yang digagas pemuda tersebut. Gerakan DPD
KNPI Dumai Peduli Bencana sekaligus menjadi simbol nyata bahwa pemuda Dumai berdiri di garis terdepan dalam persoalan sosial kemasyarakatan.DPD
KNPI Dumai memastikan bantuan sampai di 3 provinsi dengan memberangkatkan tim khusus ke lokasi terdampak bencana. Tim tersebut terdiri dari Ketua Harian Andri Qadri, Sekretaris Umum Arya Mulyawan, Wakil Ketua Bidang Lembaga Afdhal Anshory serta Muhammad Aderman, S.E." Semoga dengan saling membantu ini, beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah dapat berkurang dan mereka segera bangkit," ungkap Muhammad Aderman, Wakil Ketua Bidang Sosial dan Politik DPD KNPI Dumai.Sementara Wakil Ketua OKK DPD KNPI Dumai, Y Astoni Kotonmenegaskan program KNPI Peduli Bencana Sumatra telah menjadi ruang pemersatu antara masyarakat dan pemuda lintas daerah." Program ini menyatukan masyarakat dengan pemuda dalam satu gerakan kemanusiaan. Saat bencana terjadi, tidak ada sekat, yang ada hanya solidaritas," ujarnya.(*)